Translate

Cara Melanjutkan Baca

cara downlaod File :

1. klik file yang akan di download
2. tunggu sampai muncul "SKIP AD" (pojok kanan atas) dan klik "skip ad"
3. klik unduh
4. lalu tunggu 20 detik mengunduh file tersebut

atau cuma ingin melanjutkan BACA Blog :

1. klik file yang akan di buka
2. tunggu sampai muncul "SKIP AD" (pojok kanan atas) dan klik "skip ad"
Ada kesalahan di dalam gadget ini
http://seputarduniapengetahuan.blogspot.com/. Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung Saya


free statistics

Pengikut

Selasa, 07 Februari 2012
LATAR BELAKANG
Filsafat dan ilmu adalah dua kata yang paling terkait, baik secara substansial maupun historis karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat, sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Dengan filsafat, pola pikir yang tergantung pada dewa yang tertidur, tetapi merupakan kejadian alam yang disebabkan oleh matahari, bulan, dan bumi berada pada garis yang sejajar, sehingga bayang-bayang bulan menimpa sebagian permukaan Bumi.
Filsafat ilmu merupakan cabang filsafat yang merefleksi, radikal dan integral mengenai hakikat ilmu pengetahuan itu sendiri. Filsafat ilmu merupakan penerusan dalam pengembangan filsafat pengetahuan (epistemology), sebab ‘pengetahuan ilmiah’ tidak lain adalah a higher level dalam perangkat pengetahuan manusia dalam arti umum sebagaimana kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari (Koento Wibisono, 1994, hlm. 18).
Semenjak tahun 1960 filsafat ilmu mengalami perkembangan yang sangat pesat, terutama sejalan dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi yang ditopang penuh oleh positivisme-empirik, melalui penelaahan dan pengukuran kuantitatif sebagai andalan utamanya. Berbagai penemuan teori dan penggalian ilmu berlangsung secara mengesankan.
Pada periode ini berbagai kejadian dan peristiwa yang sebelumnya mungkin dianggap sesuatu yang mustahil, namun berkat kemajuan ilmu dan teknologi dapat berubah menjadi suatu kenyataan. Bagaimana pada waktu itu orang dibuat tercengang dan terkagum-kagum, ketika Neil Amstrong benar-benar menjadi manusia pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan. Begitu juga ketika manusia berhasil mengembangkan teori rekayasa genetika dengan melakukan percobaan cloning pada kambing, atau mengembangkan cyber technology, yang memungkinkan manusia untuk menjelajah dunia melalui internet. Belum lagi keberhasilan manusia dalam mencetak berbagai produk nano technology , dalam bentuk mesin-mesin micro-chip yang serba mini namun memiliki daya guna sangat luar biasa.
Dalam perkembangannya, pada tahap sekarang ini filsafat ilmu juga mengarahkan perhatiannya pada masalah strategi pengembangan ilmu, di samping menyangkut etik, heuristic, bahkan juga sampai dimensi kebudayaan untuk menangkap tidak saja kegunaan ilmu, tetapi juga arti serta maknanya bagi kehidupan manusia yang dalam era teknologi ini tetap mendambakan kehidupan yang manusiawi.

PENGERTIAN FILSAFAT ILMU
Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah Filsafat ilmu. Tujuannya mengadakan analisis mengenai ilmu pengetahuan dan cara bagaimana pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. Pokok perhatian filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri. Istilah lain dari filsafat ilmu adalah theory of science (teori ilmu), metascience (Adi-Ilmu), dan science of science (ilmu tentang ilmu.
Secara epistemologys kegiatan berpikir ilmiah ini melingkupi suatu rantai berpikir logis yang merupakan pengkajian sesuatu yang umum untuk menghasilkan sesuatu yang khusus; ini yang kita kenal dengan logika berpikir deduktif. Sebaliknya, apa yang kita kenal dengan istilah berpikir induktif adalah logika berpikir yang bergerak dari hal-hal yang khusus untuk kemudian menggeneralisasikannya menjadi hal-hal yang umum.
Kebenaran ilmu adalah sepanjang pengalaman, sedangkan kebenaran filsafat sepanjang pemikiran.
Di samping itu, filsafat tidak puas dengan pengetahuan yang tertentu, eksak dan tersusun teratur, ia menghendaki pengetahuan yang komprehensif, yakni yang luas, yang umum atau universal.
Dua pertanyaan ilmu. Ada dua pertanyaan pokok yang menggerakan aktivitas ilmu; Bagaimana…? Apa sebabnya…?
Pertanyaan bagaimana dijawab oleh pelukisan fakta. Apa sebabnya dijawab oleh penjelasan fakta. Setelah diketahui bagaimananya dan apa sebabnya, datang filsafat bertanya: Apa itu sesungguhnya…? Dari mana awalnya…? Ke mana akhirnya…?
Tiga pertanyaan filsafat. Pertanyaan yang pertama (Apa itu sesungguhnya…?) menggerakan filosof mencari hakikat, esensi dari fakta-fakta. Kedua (Dari mana awalnya…?), mencari sebab yang pertama. Ketiga (Ke mana akhirnya…?), mencari ujung terakhir dari fakta-fakta. Sebab-akibat langsung adalah masalah ilmu. Tetapi soal sebab dari sebab, atau sebab yang pertama sekali dan akibat dari akibat atau akibat yang terakhir sekali adalah masalah filsafat.

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN FILSAFAT ILMU ISLAM
dunia Kristen Eropa mengalami abad kegelapan, ada juga yang menyatakan periode ini sebagai periode pertengahan. Masa keemasan atau kebangkitan Islam ditandai dengan banyaknya ilmuan-ilmuan Islam yang ahli dibidang masing-masing, berbagai buku inilah diterbitkan dan ditulis. Di antara tokoh-tokoh tersebut adalah Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hanbali yang ahli dalam hukum Islam, Al-farabi ahli astronomi dan matematika, Ibnu Sina ahli kedokteran dengan buku terkenalnya yaitu The Canon of Medicine. Al-kindi ahli filsafat, Al-ghazali intelek yang
meramu berbagai ilmu sehingga menjadi kesatuan dan kesinambungan dan mensintesis antara agama, filsafat, mistik dan sufisme. Ibnu Khaldun ahali sosiologi, filsafat sejarah, politik, ekonomi, social dan kenegaraan.
Periode antara 750 M dan 1100 M adalah abad masa keemasan dunia Islam. Plato dan Aristoteles telah memberikan pengaruh yang besar pada mazhab-mazhab Islam, khususnya mazhab Peripatetik.
Al Farabi sangat berjasa dalam mengenalkan dan mengembangkan cara berpikir logis (logika) kepada dunia Islam. Berbagai karangan Aristoteles seperti Categories, Hermeneutics, First, dan Second Analysis telah diterjemahkan Al Farabi ke dalam bahasa Arab. Al Farabi telah membicarakan berbagai sistem logika dan cara berpikir deduktif maupun induktif. Di samping itu beliau dianggap sebagai peletak dasar pertama ilmu musik dan menyempurnakan ilmu musik yang telah dikembangkan sebelumnya oleh Phytagoras. Oleh karena jasanya ini, maka Al Farabi diberi gelar Guru Kedua, sedang gelar Guru Pertama diberikan kepada Aristoteles.
Filosof lain yang terkenal adalah Ibnu Sina dikenal di Barat dengan sebutan Avicienna.
Ibnu Khaldun dalam kitabnya Al Muqaddimah membagi metafisika dalam lima bagian. Bagian pertama berbicara tentang hakikat 22 wujud (ontologi). Dari sini muncul dua aliran besar yakni Eksistensialis dan Esensialis. Berikutnya Ibnu Khaldun membagi ilmu matematika ke dalam empat subdivisi yakni (1) geometri; trigonometrik dan kerucut, surveying tanah, dan optik, (2) Aritmetika; seni berhitung/hisab, aljabar, aritmatika bisnis dan faraid (hukum waris), (3) musik, (4) astronomi.
Pada masa ini dikenal banyak sekali pakar dari berbagai ilmu, baik orang Arab maupun muslim non-Arab. Sejarah juga mencatat, bahwa untuk pe¬ngembangan ilmu-ilmu tersebut para pakar muslim bekerja sama dengan pakar-pakar lainnya yang ti¬dak beragama Islam. Disamping nama-nama besar diatas, masih banyak lagi pakar-pakar ilmu lainnya yang sangat besar peranannya dalam perkembangan ilmu pengetahuan.
Besarnya pengaruh bidang keilmuan yang ditinggalkan kaum ilmuwan muslim pada abad-abad yang lampau tidak hanya tampak pada banyaknya nama-nama pakar muslim yang disebut dan ditulis dalam bahasa Eropa, tetapi juga pada pengakuan yang diberikan oleh dan dari berbagai kalangan ilmuwan. Zaman Kebangkitan atau Zaman Renaisans di Eropa, yang di zaman kita telah melahirkan ilmu pengetahuan yang canggih, tidak lahir tanpa andil yang sangat besar dari pemikiran dan khazanah ilmu dari ilmuwan muslim pada masa itu.



DAFTAR PUSTAKA


Sidi Gazalba, Sistematika Filsafat, cet. Pertama, Penerbit : Bulan Bintang, Jakarta, 1992.


Semiawan Conny R, Dimensi Kreatif dalam Filsafat Ilmu, cet. Pertama, CV Remdja Karya, Bandung, 1988.


Surajiyo, Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia, cet. Pertama, Bumi Aksara, Jakarta, 2007.


(http://www.maryadicollege.co.cc/2010/02/sejarah-dan-perkembangan-filsafat-ilmu.html)
(http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/13/perkembangan-filsafat-ilmu/)
(http://ngbmulty.multiply.com/journal/item/38)


Informasi yang lebih lengkap mengenai Filsafat Ilmu, silahkan klik disini

Related Post



0 komentar:

Popular Posts

Berita Hari Ini